Kebiasaan Pemakaman Angkasa

Pemakaman angkasa populer di daerah yang mempraktikkan Buddhisme Tantra . Di Tibet, mayat dibawa ke tempat pemakaman langit, di mana seorang biksu akan menempatkan mayat menelungkup, untuk menarik burung bangkai agar dapat memakan dagingnya. Begitu mereka makan daging, orang akan melakukan pemujaan. Semakin bersih sisa tulang belulang, semakin bagus.  Bila tidak ada burung bangkai datang, ini dianggap tidak baik dan menunjukkan bahwa almarhum tidak bisa naik ke surga karena dosanya. 

Ini mirip dengan penguburan tempat terbuka Mongolia. Ketika seseorang meninggal dunia, mayatnya ditempatkan di gerobak kayu bergerak sampai ia jatuh. Setelah itu, bila ia dimakan oleh burung bangkai, serigala, atau spesies lain, dipercaya roh yang meninggal telah naik ke surga. Kalau tidak, lama akan diundang untuk membaca kitab suci dan mendoakan yang meninggal unuk mengusir bencana. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.