Tabu dalam Memelihara Sapi


Biasanya, petani menghindari langsung menyingkirkan kotoran sapi tanpa memilih tanggal bagus. Kalau ada terlalu banyak kotoran sapi dan petani tidak bisa menunggu tanggak bagus, ia harus pergi ke kandang sapi dan menekuk lutut kanannya dan bersenandung sambil menggali tanah tiga kali dengan pacul yang dipegang dengan tangan kanan. Rakyat percaya hal ini akan menghindari timbulnya kemarahan 'roh bumi yang jahat' ketika menyingkirkan kotoran. Ada yang menggantungkan timbangan di pintu masuk kandang sapi dan menaruh anak timbangan, dan di beberapa daerah, ada juga yang menggantung jas hujan untuk mengusir roh jahat.

Kebanyakan orang Han China menghindari memotong sapi. Selama masa dinasti utara dan selatan, ada undang-undang yang melarang keras pemotongan hewan pertanian. Bila ada sapi yang luka atau cacat, seorang perjaka akan dikirim untuk membunuhnya. Pemilik ternak biasanya menghindari hadir, sedangkan penonton akan menaruh tangan di punggung untuk menghindari dikutuk oleh sapi. Beberapa praktik tradisional bahkan menyuruh pemiliknya membakar dupa dan uang kertas untuk sapi yang mati karena usia tua. Hio juga dinyalakan dan orang akan berdoa pada dewa dan kaisar Giok agar sapi mereka bereinkarnasi dalam kehidupan mendatang sebagai manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.