Bagaimana Dewa Kekayaan Ditempatkan?

Seorang pengusaha harus tetap hormat dalam pemujaan. Jadi, bagaimana caranya menempatkan patung?

1. Bila dewa yang dipuja berbakat sastra, ia harus ditempatkan menghadap bagian dalam rumah. Bila dewa berbakat perang, ia harus ditempatkan menghadap pintu utama atau bagian luar rumah. 

2. Bila dewa yang dipuja adalah Buddha, ia harus menghadap pintu utama untuk makna simbolis mencegah siluman masuk.

3. Dewa Kekayaan tidak boleh menghadap toilet, pintu kamar tidur, atau meja makan.

4. Orang harus berusaha menjadi yang pertama ketika menghormat Dewa Kekayaan dan terakhir ketika menyalakan petasan. 

5. Ketika menerima Dewa Kekayaan, persembahan berupa kelapa kambing dan ikan kakap diberikan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.