Adat Kebiasaan Makan

Bangsa Han China selalu mementingkan adat dan kebiasaan makan. Adat dan kebiasaan makan berbeda dipraktikkan di berbagai tempat. Makna kebudayaan yang terkandung dalam kebiasaan makan itu mencerminkan kepercayaan umum tentang keberuntungan. 

Selama era manusia primitif, dipercaya bahwa dewa dan hantu bisa memengaruhi jumlah makanan yang dibutuhkan seseorang. Demikianlah, orang sering mengaitkan makanan pada leluhur dan upacara doa.

Tabu tentang Adat Makan

Pada masa kuno, setelah menuai hasil panen atau her, bum, laki-laki biasanya akan berdoa dan bersyukur pada Iduhur dan dewa mereka sebelum memakan makanannya. Ini adalah untuk membalas jasa dan menghargai dewa-dewa; kalau tidak, kelaparan dan bencana akan men impa mereka. Adat dan kebiasaan ini sangat diperhatikan karena adanya kepercayaan akan takhayul. Orang China akan menghindari membuang nasi atau meninggalkan nasi di mangkuk karena takut disambar kilat. Cara yang benar untuk memegang mangkuk adalah dengan lima jari. Mereka juga tidak boleh membalik mangkuk di meja karena ini biasanya dilakukan oleh pasien setelah minum obat. 

Ada juga tabu yang sesuai dengan kesehatan. Ada pepatah dalam Kitab Ritual  bahwa ketika orang makan dengan yang lainnya, ia tidak boleh mencekal makanan dengan tangan atau sumpitnya. Selain itu, ia tidak boleh menjatuhkan butir nasi, dan bila melakukannya, ia harus memungut butiran itu. Ada juga tabu tentang pakaian, sikap, dan Postur ketika makan.

Misalnya, orang China akan menghindari menginjak kursi karena itu akan membuat mereka tersedak. Selain itu, mereka akan menghindari membuka sepatu, menyentuh jari kaki, dan meregang-kan tubuh. Ada pepatah "Langit akan marah pada orang yang makannya menyusahkan". Ada juga pepatah lain yang berbunyi, langan berbunyi atau berlarian ketika makan." Maka, makan ketika bekerja atau bermain dianggap tidak menghor-mad dewa di rumah. Orang di banyak tempat masih menganggap tabu untuk berbicara ketika makan karena ada pepatah mengatakan "jangan bicara ketika makan, jangan naik kuda ketika mabuk."
Cara Melayani Tamu
Orang China dikenal suka menjamu tamu di rumah, dan mereka mem-berikan kursi utama pada tamu paling penting. Selama pesta, tuan rumah selalu menyajikan makanan dan anggur pada tamu. Mereka akan menghindari membalik sendok nasi ke arah luar ketika mengambil nasi. Konon metode ini hanya untuk tawanan. Juga disebutkan bahwa hal ini dilakukan untuk mencegah keberuntungan mengalir keluar. Selain itu, juga tabu untuk menempatkan mulut teko atau poci arak menghadap tamu, karena ini di-percaya bisa mengakibatkan pertengkaran. Di provinsi Henan, juga tabu menanyakan pada tamu apakah me-reka ingin cuka. Ini karena huruf China untuk cuka sama bunyinya dengan kecemburuan. Bila ada tamu di rumah, juga tabu untuk memecahkan dua telur karenn China unruk dua telur karena huruf China untuk dua telur dan berarti "orang bodoh". Biasanya, tuan rumah akan menyiapkan empat sampai lima telur untuk menunjukkan keramahan. Ketika menyajikan buah pada tamu, kita harus menghindari membagi sebuah pir untuk dua orang, karena huruf China untuk pir sama bunyinya dengan perpisahan. Tuan rumah akan menemani tamu selama perjamuan dan tidak meninggalkan meja cepat-cepat. Tabu lain adalah menyingkirkan mangkuk dan piring kosong, membersihkan meja, dan menyapu lantai, karena ini menyiratkan mengusir tamu. Ketika diundang ke pesta, tamu akan menghindari membalik mangkuk ketika makan. Ini karena huruf China untuk kata membalik  dan tidak suka sama bunyinya. Tuan rumah mungkin men gartikan bahwa si tamu tidak menyukai makanannya.

Nama Menarik untuk Makanan 

Narna berdasarkan orang: daging Dongpo; ayam pengemis: ayam musim semi, dan lain-lain.
Nama berdasarkan tempat: ikan asam Danau Barat; bebek Peking. hotpot Chongqing, dan lain-lain.
Nama berdasarkan bunga: daging osmanthus, dan lain-lain.
Nama berdasarkan bumbu: ayam kordisep.
Nama berdasarkan bentuk: bola skalop. dan lain-lain.
Nama berdarkan warna: tahu merah putih. dan lain-lain.
Nama berdasarkan rasa: cumi asam pedas.dan lain-lain.
Nama berdasarkan slat makan: sapi piring panas. dan lain-lain.
a Nama berdasarkan minyak: kol saus knm, dan lain-lain.
Nama berdasarkan teknik: babi muda panggang, dan lain-lain.
Narna berdasarkan isian: mantao isi babi panggang dan lain-lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.