Adat Istiadat Berburu

Berburu, sebuah cerita hidup kuno, memiliki banyak kebiasaan dan tabu yang dikaitkan dengannya. Tujuannya adalah mencegah bahaya dan konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi pada pemburu, demi memastikan kembalinya mereka dengan selamat dan perburuan yang berhasil. 

Sejak munculnya homosapien, manusia telah bergantung pada berburu, dan mengumpulkan hewan liar dan tanaman untuk bertahan hidup. Perburuan yang berhasil adalah jaminan mutlak bagi suku yang berjaya. Presepsi bangsa China kuno tentang perburuan yang berhasil tidak ditentukan oleh kecekatan, kekuatan, kemampuan memanah, dan alat para pemburu, tetapi pada kekuatan mistis yang diberikan oleh dewata. 


1 komentar

  1. Senapan Angin merupakan senapan / senjata yang digemari karena sensasi ketegangan; sensasi kekuatan; serta sensasi kebanggan luar biasa yang didapatkan hanya karena senjata angin ini. Distro Sniper Group sebagai Distributor Senapan Angin menjawab semua keperluan anda untuk mendapatkan sensasi-sensasi luar biasa.

    BalasHapus

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.