Terus Menangis ketiks Berjaga di Samping Peti Mati

Pada hari pengumuman kematian, sejak malam hingga siang ketika peti mati ditutup, putra almarhum akan bergantian berjaga di samping peti mati, sedangkan putri dan menantu perempuan akan menangis di depan usungan. Menurut legenda, pada malam ini, penjaga roh akan mengantar jiwa orang meninggal kepada aja neraka untuk dihakimi. Setelah melihat alat penyiksa, jiwa yang ketakutan akan mulai memberi jawaban tidak masuk akal dalam pengadilan. Karenanya, putra harus tetap berjaga di kedua sisi peti mati. Ini dikenal sebagai 'berjaga di samping peti mati'. Konon melihat kehadiran putranya akan membuat jiwanya berani, hingga si arwah tidak membuat kesalahan selama pengadilan. 

Menurut legenda, raja neraka tidak punya putri. Maka ia lebih murah hati pada jiwa yang memiliki putri. Ketika ia mendengr isakan penuh derita selama oengadilan, ia bertanya "siapa yang menangis?" jiwa itu menjawab, "itu putri saya". Raja neraka melanjutkan, "kau lebih beruntung daripada saya, banyak putri yang menangisi kematianmu. Kau bisa bereinkarnasi!" Jiwa  itu kemudian bisa lepas dai penyiksaan dan bereinkarnasi.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.