Kisah dan Asal Usul Jiu Huang Da Di 九皇大帝 (Kiu Hong Tay Tee) bagian 1 dari 3 Tulisan



Kisah Jiu Huang Da Di 九皇大帝

Dou Mu 斗母 dan Jiu Huang Ye 九皇爷 : 
Dou Mu atau Bunda Gantang adalah Dewi dari Bintang Utara, Dewi ini dipuja ber-sama2 oleh kaum Budhhist dan Taoist. Konon Dou Mu sebetulnya adalah berasal dari Marici (Mo - Li - Zi Thian), seorang Dewa dari India, yg kemudian dimasukan ke dalam khasanah kedewaan kaum Taoist. kedudukannya di dalam Daoist kira2 setara dengan Guan Yin dalam Buddhisme .
Di dalam legenda dikatakan bahwa Dou Mu dilahirkan di Mo-Li-Zhi, kawasan langit barat, di negeri Tian- Zhu ( yaitu India ).

Setelah memperdalam pengetahuannya tentang rahasia alam semesta, seluruh tubuhnya diliputi sinar sorgawi, dan Ia dapat terbang dari rembulan ke matahari dan me-layang2 di atas lautan. Ia selalu memperlihatkan wataknya yg welas- asih kepada umat manusia. kemudian Ia menikah dengan raja dari Zhou - Yu, Zhen Zu Zong, di kawasan sebelah utara, karena raja ini sangat mengagumi budi-pekertinya. Dari perkawinan ini Dou Mu melahirkan 9 orang putra. ke 9 orang putra Dou Mu ini kemudian dikenal dengan sebutan Jiu Huang Ye/ Kiu Hong Ya yang berarti " 9 Maharaja Dewa".

Yuan Shi Tian Zun / Goan Si Thian Cun lalu mengundang mereka sekeluarga untuk menikmati kegembiraan di Surga. oleh Yuan Shi Thian Zun, Dou Mu ditempatkan di istana Dou Shu (yg berarti Poros Kutub ), dinamakan begitu karena semua bintang2 berputar di sekelilingnya. Kesembilan putranya yang tinggal di istananya masing2 di bintang2 sekelilingnya.

Dou Mu ditampilkan dengan memakai topi Buddha, duduk di atas bunga teratai, bertangan delapan dan berkepala tiga. para pemujanya biasanya berpantang makan berjiwa pada tiap tanggal3 dan 27 tiap bulan, untuk memohon keselamatan dan panjang umur. seperti juga Guan Yin dan Tian Hou ( Tian Shang Sheng Mu ), mulanya dianggap Dewa Pelindung Lautan. Dou Mu seperti juga Guan Yin selalu memberikan perlindungan pada para pelaut. utara di dalam Taoist sering dikaitkan dengan unsur " air ", dan merupakan lambang kehidupan dan kematianyang erat hubungannya dengan umat manusia .

Kesembilan putra Dou Mu secara umum disebut Jiu Huang Ye atau Jiu Huang Da Di ( Kiu Hong Tay Tee) yang berarti Sembilan DewaMaharaja. Jiu Huang Ye dianggap sebagai Dewa2 yg menguasai nasib manusia. mereka itu adalah: Tian Ying, Tian Ren , Tian Zhu, Tian Qin , Tian Fu, Tian Chong, Tian Rui dan Tian Peng. setelah diangkat kelangit ber-sama2 dengan ibunya, Dou Mu, mereka menguasai 9 pelanet yg mengeliling matahari dalam tata- surya kita ini, merupakan lambang kosmologi keberadaan dunia kita ( Makrokosmos) dan 9 liang pada tubuh manusia yg merupakan lambang ontologi keberadaan manusia ( makrokosmos ).

Di dalam kelenteng2, biasanya Jiu Huang Ye ditampilkan hanya dalam bentuk sebuah " papan arwah ". Papan ini melambangkan Jiu Huang Ye sebagai satu dewa, yg didalamnya terdiri dari kesatuan sembilan dewa. tapi pihak lain ada juga yg beranggapan bahwa papan itu mewakili 9 dewa, walaupun hanya seorang dewa saja yg hadir tiap kali.

1 komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.