Kisah dan Asal Usul Dewa Xuan Tian Shang Di (Hian Thian Siang Tee) - 玄天上帝 Bagian 1 dari 3 Artikel

Kisah dan Asal Usul Dewa Xuan Tian Shang Di (Hian Thian Siang Tee) - 玄天上帝 Bagian 1 dari 3 Artikel
Dewa langit utara: Xuan Tian Shang Di mempunyai wewenang di langit bagian utara dan menjadi pemimpin tertinggi para malaikat di kawasan itu. rupangnya selalu dilukiskan dengan menginjak kura-kura dan ular.tangan kanannya memegang pedang tujuh bintang. 玄天上帝:道教所崇之玄武大帝,足踏龜蛇,右手執七星劍,左手印訣,威靈顯赫.云係金闕化身,於武當山得道之真武上將也. *** 玄天上帝Xuan Tian Shang 玄天上帝Xuan Tian Shang Di {Hok Kian = Hian Thian Siang Te} disebut juga 玄天大帝 Xuan Tian Da Di,元天大帝 Yuan Tian Da Di、北極大帝 Bei Ji Da Di、真武大帝 Zhen Wu Da Di、開天大帝 Kai Tian Da Di、玄武帝 Xuan Wu Di、真武帝 Zhen Wu Di、元武帝 Yuan Wu Di, adalah salah satu Dewa yang paling terkenal dengan wilayah penghormatan yang amat luas, dari Tiongkok Utara sampai Selatan, Taiwan, Malaysia & Indonesia.
Sebagian orang menyebutnya sebagai 上帝公Shang Di Gong {Siang Te Kong}. Kedudukannya di kalangan Dewa Langit sangat tinggi, berada setingkat di bawah Yu Huang Da Di {Giok Hong Tai Te}. Merupakan salah satu dari Si Tian Shang Di (baca: Se Thian Sang Ti = Empat Maha Raja Langit), yang terdiri dari : 青天上帝 Qing Tian Shang Di di Timur. 殷天上帝 Yan Tian Shang Di di Selatan. 白天上帝 Bai Tian Shang Di di Barat. 玄天上帝 Xuan Tian Shang Di di Utara.
Hian Thian Siang Te mempunyai kekuasaan di Langit bagian Utara & menjadi pemimpin tertinggi para Dewa di kawasan tersebut. Arcanya selalu digambarkan dengan menginjak kura-kura & ular. Xuan Wu adalah dewa yang berkedudukan di wilayah Utara & dilambangkan sebagai ular & kura-kura. Hian Thian Siang Te yang disebut juga Zhen Wu Da Di {Cin Bu Tay Tee} adalah Xuan Wu. Pada zaman Dinasti Song secara resmi huruf Xuan diganti Zhen, dan sebutan Xuan Wu diganti menjadi Zhen Wu Da Di. Di sebelah kiri & kanan Hian Thian Siang Te biasanya terdapat 2 orang pengawal yaitu Jendral Zhao & Jendral Kang. Penghormatan kepada Hian Thian Siang Te mulai berkembang pada masa Dinasti Ming.
Dikisahkan pada masa permulaan pergerakan Zhu Yuan Zhang (pendiri Dinasti Ming), dalam suatu pertempuran pernah mengalami kekalahan besar, sehingga ia terpaksa bersembunyi di Pegunungan Wu Tang Shan {Bu Tong San}, propinsi Hu Bei, dalam sebuah Kelenteng Shang Di Miao. Berkat perlindungan Hian Thian Siang Te, Zhu Yuan Zhang dapat terhindar dari kejaran pasukan Mongol, yang mengadakan operasi penumpasan besar-besaran terhadap sisa-sisa pasukannya. Kemudian berkat bantuan Hian Thian Siang Te pula, Zhu Yuan Zhang berhasil mengusir penjajah Mongolia dan menumbangkan Dinasti Yuan. Zhu Yuan Zhang mendirikan Dinasti Ming, setelah mengalahkan saingan-saingannya dalam mempersatukan Tiongkok.Untuk mengenang jasa-jasa Hian Thian Siang Te & berterima kasih atas perlindungannya, Zhu Yuan Zhang lalu mendirikan kelenteng penghormatan kepadanya di ibukota Nan Jing (Nan King) & di Gunung Bu Tong San.
Sejak itu Bu Tong San menjadi tempat suci bagi penganut Taoisme. Kemudian penghormatan kepada Hian Thian Siang Te meluas ke seluruh negeri, & hampir di setiap kota besar ada kelenteng yang menghormatinya. Kelenteng Hian Thian Siang Te dengan arcanya yang terbuat dari tembaga, bisa dilihat sampai sekarang. Selain itu Hian Thian Siang Te juga diangkat sebagai Dewa Pelindung Negara.Di Taiwan pada masa Zheng Cheng Gong berkuasa, banyak kelenteng Shang Di Gong {Siang Te Kong} didirikan. Tujuannya adalah untuk menambah wibawa pemerintah, & menjadi pusat pemujaan bersama rakyat & tentara. Oleh karena itu, kelenteng Shang Di Miao {Siang Te Bio} tersebar di berbagai tempat. Di antaranya yang terbesar adalah di Tai Nan (Taiwan Selatan), yang dibangun pada saat Belanda berkuasa di Taiwan.Setelah kekuasaan Zheng Cheng Gong jatuh, Dinasti Qing dari Manzhu yang berkuasa, mendiskreditkan Shang Di Gong dengan mengatakan bahwa beliau sebenarnya adalah seorang tukang jagal yang telah bertobat. Usaha ini mempunyai tujuan politik yaitu melenyapkan & mengikis habis sisa-sisa pengikut Dinasti Ming secara moral, dengan memanfaatkan dongeng ajaran Buddha tentang seorang tukang jagal yang telah bertobat, lalu membelah perutnya sendiri, membuang seluruh isinya & menjadi pengikut Buddha. Kura-kura & ular yang diinjak tersebut dikatakan sebagai usus & jeroan si tukang jagal. Oleh karena itu tingkatannya diturunkan menjadi Malaikat Pelindung Pejagalan.
Sejak itu pembangunan kelenteng-kelenteng Siang Te Bio amat berkurang. Pada masa ini pembangunan kelenteng Shang Di Miao hanya satu, yaitu Lao Gu Shi Miao di Tai Nan.Namun sebenarnya Kaisar-Kaisar Manzhu sangat menghormati Hian Thian Siang Te, terbukti dengan dibangunnya kelenteng penghormatan khusus untuk Hian Thian Siang Te di komplek Kota Terlarang, Istana Kekaisaran di Beijing, yang dinamakan Qin An Tian. Satu kelenteng lagi dibangun di Istana Persinggahan di Cheng De.Wu Dang Shan, gunung suci para penganut Taoisme, terletak di propinsi Hu Bei, Tiongkok Tengah. Sejak zaman Dinasti Tang, kelenteng-kelenteng sudah mulai didirikan di sana. Namun pembangunan secara besar-besaran adalah pada masa pemerintahan Kaisar Yong Le pada zaman Dinasti Ming. Hal ini tidak mengherankan karena Xuan Tian Shang Di diangkat sebagai Dewa Pelindung Kerajaan.
Di antara kelenteng-kelenteng di sana yang terkenal adalah Yu Xu Gong {Giok Hi Kiong}dengan bangunannya bergaya istana Beijing, terletak di bagian Barat Laut puncak utama Bu Tong San. Adalagi kelenteng Yu Zhen Gong yang dibangun pada tahun Yong Le ke-15, terletak di kaki Utara Bu Tong San. Di kelenteng ini terdapat penghormatan & arca Zhang San Feng {Thio Sam Hong}, pendiri perguruan silat cabang Wu Dang {Bu Tong Pay}. Bangunan kuil yang paling lengkap adalah kelenteng Zi Xiao Gong yang terletak di puncak Timur Laut, merupakan pusat dari keseluruhan rangkaian tempat ibadah di gunung tersebut. Arca perunggu Hian Thian Siang Tee hasil pahatan Guru Ji (pemahat ulung dari Korea yang amat terkenal sampai ke manca negara) ditempatkan di sini.
Bersambung....

3 komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.