Asal Usul dan Kisah Maha Cundi Bodhisattva Part 2 (sering juga disebut Maha Cundi Avalokitesvara / Guan Yin Pelatih Kehidupan))

 
ASAL USUL DAN KISAH MAHA CUNDI BODHISATTVA bagian 2

Bodhisattva Cundi adalah makhluk dengan tingkatan spiritual yang sangat tinggi. Dia dikatakan sebagai manifestasi dari Tathagata ketika memasuki Samadhi Gaib Transformasi Kekosongan dan Lautan. Cundi disebut juga sebagai Cundi Kwan Im. Kata Cundi berarti kemurnian tertinggi. Menjadi ibu dari semua dewata tingkat Teratai, dia disebut juga sebagai Ibu Buddha, Ibu dari 7 koti Buddha dan Bodhisattva. Cundi memiliki delapan belas tangan dan tiga mata. Dia memiliki kekuatan yang sangat dashyat, dan julukan Tantra nya adalah Vajra Penuh Kemenangan atau Vajra Penundukan. Cundi didampingi oleh dua raja naga yang berdiri disamping singgasana teratainya. Dua raja naga tersebut adalah Nanda dan Upananda.
Simbol dan arti dari delapan belas lengan Cundi :

1.Dua tangan membentuk Mudra Akar Penguraian Dharma, melambangkan kelancaran pembabaran semua Dharma.
2.Tangan memegang bendera berharga yang menakjubkan, melambangkan kemampuan untuk mendirikan vihara yang bagus sekali.
3.Tangan membentuk Mudra Tanpa Gentar, melambangkan kemampuan untuk melepaskan makhluk hidup dari semua teror dan ketakutan.
4.Tangan memegang bunga teratai, melambangkan kemurnian dari enam organ yang tanpa noda, semurni bunga teratai.
5.Tangan memegang pedang kebijaksanaan, melambangkan pemutusan keterikatan penderitaan dan tiga racun serakah, kemarahan, dan kebodohan.
6.Tangan memegang vas kekuasaan, melambangkan aliran nektar untuk memelihara semua makhluk hidup sehingga mereka dapat menerima abhiseka para Buddha
7.Tangan memegang hiasan kepala bertahta permata yang sangat indah, melambangkan keinginan yang dihubungkan dengan seni dharma yang indah.
8.Tangan memegang vajra jerat (=lasso), melambangkan kemampuan untuk menarik semua kedalam tantra yoga
9.Tangan memegang buah surgawi, melambangkan buah pencapaian penerangan sempurna, dan pelatihan karma baik yang sangat luas
10.Tangan memegang dharma chakra, melambangkan pemutaran roda dharma yang konstan, memancarkan sinar terang benderang kepada tiga alam samsara.
11.Tangan memegang kampak perang, melambangkan kemampuan untuk melenyapkan semua latihan sesat dan keterikatan kuat kepada diri sendiri dan makhluk lain.
12.Tangan memegang kulit kerang besar, melambangkan penguraian dharma yang murni menggetarkan alam semesta.
13.Tangan memegang vajra kait, melambangkan kemampuan untuk menarik semua fenomena didalam penglihatan seseorang.
14.Tangan memegang vas pengabul keinginan melambangkan fungsi manifestasi semua harta dan kitab suci dalam sekehendak hati.
15.Tangan memegang vajra melambangkan pemusatan dukungan yang diberikan oleh delapan kelas makhluk surgawi dan naga. Hal ini juga merlambangkan penundukan makhluk yang keras kepala.
16.Tangan memegang sutra kebijaksanaan melambangkan kesadaran diri sendiri dan pengetahuan kebenaran yang sangat dalam dan menakjubkan tanpa bimbingan dari seorang guru.
17.Tangan memegang sebuah mani atau mutiara pengabul keinginan melambangkan getaran dan cahaya pikiran yang tanpa cacat, terang, dan sempurna
18.Dua tangan, bersama dari tangan pertama, telah dijelaskan pada Mudra Akar Penguraian Dharma (poin pertama) .


Beberapa gambar Bodhisattva Cundi melukiskan sikap yang berbeda, seperti membentuk mudra akar atau memegang japamala. Artinya tetap sama, tanpa menghiraukan sikapnya. Sikapnya melambangkan kedelapan belas pahala Bodhisattva Cundi. Anda sebaiknya memvisualisasikan kedelapan belas tangannya secara lengkap, dan membaca mantranya, sehingga anda mendapatkan segera kesadaran sejati dan membebaskan semua makhluk dari penderitaan. *
 

3 komentar

  1. OM CELI CULE CUNDHI SOHA 108X

    BalasHapus
  2. Smg berdasarkan janji dan sumpah beliau sang maha welas asih semua mahluk dpt mencapai kebahagiaan sabba satta bhavantu sukhitata

    BalasHapus

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.