SIAPAKAH CHAO KUNG ATAU DEWA DAPUR ITU ?





Chao Kung/Chao Kun Kong


Sumpai saat ini masih menjadi perdebatan para ahli sejarah Dewa-Dewa, namun ada sebuah buku yang terbit dari Dinasty Tang berjudul "’BUNGA RAMPAI DARI YOUYANG ” yang memastikan Chao‘Kung berasal dari Marga Chang (THlO) dan versi inilah yang dipercaya kebenarannya dan populer sejak jaman dulu kala

Diceritakan bahwo ada seorang pemuda yang kaya raya bermarga Chang Sheng, Yang memiliki tanah dan ternak yang yang sangat banyak, ia memperistri seorang wanita yang baik hati dan bijaksana serta cantik.yang bernama Guo Ting Siang. Kehidupan mereka berjalan dengan baik-baik saja, sampai pada suatu ketika Chang mengambil istri kedua beranama Lie Hai Tang yang bersifat buruk dan dengki, serta memiliki banyak tipu muslihat yang jahat.

Akibat dari pengaruh dari Lie Hai Tang ini, chang kemudian mencaraikan istrinya. Chang yang sudah mabuk kepayang menghambur-hamburkan harta bendanya dan segala kekayaannya dan hidup dengan penuh keborosan-keborosan, selang 2 tahun kemudian Chang mengalami kebangkrutan sehingga jatuh miskin. Lie Hai Tang istri kedua melihat Chang sudah miskin, ia lalu pergi bersama lelaki lain yang lebih kaya dan meninggalkan Chang Sheng yang kemudian hidup sebagai pengemis yang hina dina.

Dewa Dapur
Pada suatu hari pada musim dingin yang suhu udaranya sangat teramat dingin Chang yang kelaparan itu berjalan tertatih-tatih memasuki sebuah rumah besar untuk meminta sedekah makanan. seorang pelayannya menerima nya dengan ramah-tamah dan baik hati membawanya kedapur untuk memberinya makan. dari penuturan pelayan itu Chang barulah mengetahui bahwa pemilik rumah besar itu adalah seorang janda yang baik hati dan gemar menolong orang yang miskin, dan yang lebih menarik lagi bahwa wanita itu tidak menikah.

Hal ini menimbulkan rasa kagumnya. pada waktu wanita pemilik rumah itu datang menemuinya, Chang bagaikan disambar geledek terkejut sekalisetelah tahu bahwa ia tak lain adalah bekas istri pertamanya yang telah diceraikannya Guo Ting Siang. karena merasa malu atas perbuatannya dimasa lalu, Chang tak berani menemuinya, akhirnya ia bersembunyi didalam sebuah tungku dan tetap disitu sampai dia mati terbakar menjadi abu. ketika ting siang mengetahui bahwa orang yang hangus terbakar didalam tungku itu adalah bekas suaminya sendiri, ting siang sangat sedih hatinya, dan akhirnya dia meninggal dunia karena dilanda kesedihannya. ketika mahadewa Dai Sang Low Cin mengetahui peristiwa ini, beliau sangat terkesan atas ketulusan hati Chao Sheng yang berani menebus kesalahannya sampai mati hangus terbakar didalam tungku dapur itu, maka memerintahkan Ie Hwang Ta Ti untuk mengangkat arwah Chao Sheng menjadi Dewa Dapur bergelar Chao Cin/Chao Kun Kong, adapaun istrinya yang setia diangkat juga sebagai dewi Pendamping yang lazim disebut Chao Nai Nai.

Dewa Dapur juga sering dipuja sebagai dewa api, jaman dahulu altar Chao Kun sering terletak di dapur, akan tetapi dengan perkembangan jaman altar Chao Kun sering juga di tempatkan di dalam ruang persembahyangan bersama dewa-dewi lainya. penampilan Rupang Chao Kun Kong biasanya terlihat seperti seorang pejabat daerah jaman kuno berpakaian bersih dan membawa stample kerajaan, Chao Kun juga dipercaya sebagai utusan Ie Hwang Ta Ti.


Gelar : Chao Cun Kung, Ciauw Kun Kong, Chao Hwang Ye, Ciauw Ong Ya





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Tentang Penulis

Tentang Penulis
Mengky Mangarek, salah satu IT preneur, penggemar kisah para Buddha, Bodhisattva serta penulis buku dan komik Zen, juga pernah mengisi di beberapa radio talk, seminar dan penulis / admin dibeberapa blog seperti Kisah Para Dewa dan Cetya Tathagata yang telah memiliki lebih dari 20,000 pembaca setia.

tentang penulis

tentang penulis
Jacky Raharja adalah seorang entrepreneur kelahiran 10 February 1982 dan berdomisili di Jakarta. Mengawali karier profesional sebagai seorang Marketer pada sebuah Top Multinational Company yang bergerak di bidang FMCG pada tahun 2007. Mempunyai passion yang sangat tinggi dalam hal brand management & strategic dan meninggalkan dunia profesional pada tahun 2013 sebagai Brand Manager demi mengejar passion lainnya yaitu menjadi seorang Entrepreneur yang mempunyai jaringan bisnis sendiri. Bergabung dengan Cetya Tathagata Jakarta sebagai bagian dari committee sejak tahun 2005 dan sebagai salah satu kontributor atas artikel-artikel pada social media Cetya Tathagata Jakarta.

Most Reading

Diberdayakan oleh Blogger.